Senin, 14 Desember 2009

Ketika manusia bersenang-senang dengan zombie (Zombieland (2009))


Sutradara : Ruben Fleischer
Pemain    : Woody Harrelson, Jesse Eisenberg, Emma Stone dan Abigail breslin

Zombieland, film yang dari judulnya saja kita bisa menebak film ini tentang apa, yap, this movie is about zombie. Walaupun sudah banyak film tentang zombie, film yang satu ini mempunyai keunikannya sendiri. Tidak seperti film zombie kebanyakan, zombieland ini ber-genre komedi dengan sedikit action dan horror (banyak orang yang membandingkan film ini dengan shaun of the dead).

Film dimulai dengan narasi seorang lelaki yang memberitahukan bahwa bumi sudah terjangkit sebuah virus (related to mad cow disease or something) yang merubah manusia menjadi zombie yang haus akan daging manusia. And you know what’s gonna happen next, some people are trying to survive from zombie’s attack. 

Oke, dari segi cerita film ini bisa dibilang klise, tetapi menurut saya, keunikan film ini terletak pada dialog-dialog yang smart sekaligus lucu, contohnya saja dialog yang di ucapkan Colombus di awal film “the first rule of Zombieland: Cardio. When the zombie outbreakfirst hit, the first to go, for obvious reason…we’re the fatties”. Di dalam film ini juga banyak meyertakan referensi sekaligus menyindir budaya pop, salah satunya dialog yang di ucapkan oleh Little Rock “No! she’s only famous when she’s Hannah Montana! She’s only famous when she’s wearing the wig!”.

Karakter-karakter yang ada di film ini menjadi keunikan tersendiri, They’re lovable and memorable. Woody Harrelson, Jesse Eisenberg, Emma Stone dan Abigail breslin berhasil membawakan karakter yang unik tersebut, chemistry di antara mereka sangat terasa.

Overall, this movie is one of my favourite movie this year. Great cast, sooo entertaining, will make you laugh out loud and don’t forget, the soundtrack is rockin’. Aaahhh, tinggal menunggu waktu saja film ini akan dibuat sekuelnya, karena dari segi penghasilan di Box-Office film ini termasuk sukses.^^

My Jakarta International Film festival (Jiffest) 2009 Highlights





Hmmm, jiffest 2009 akhirnya berakhir, sebenarnya jiffest tahun ini adalah jiffest tahun kedua saya, setelah tahun kemarin saya hanya menyaksikan satu film saja. Untuk jiffest tahun ini, saya berkesempatan menyaksikan kurang lebih 6 film. Well, ini list film-film yang saya tonton di jiffest 2009:

1.    Love and rage (Denmark.2009)


Waktu pertama kali membaca sinopsisnya, saya pikir film ini akan menjadi sebuah film drama biasa, tentang seorang yang jatuh cinta, kemudian, he’s jealous and etc. ternyata film Love ad rage ini lebih dari sekedar story about love and jealousy. Filmnya sendiri agak sedikit dark, depressing, menegangkan dan terkaang disturbing.


2.    Coco before Channel (Perancis.2009)

 sebuah film biopic yang dibintang oleh salah satu aktris favorit saya, Audrey tautou (alasan utama kenapa saya menonton film ini). Cerita dari film ini bisa dibilang agak datar dan juga biasa, tetapi yang menjadi kelebihan film ini adalah visualnya yang benar-benar eye-catching dan juga acting dari Audrey tautou yang superb.


3.    Mammoth (swedia.2009)

 Film multiplot yang saling berkaitan ini mengingatkan saya akan film Babel, walaupun cerita dari Mammoth ini tidak se-rumit dan se-dark Babel, mammoth lebih sederhana dan mudah untuk diikuti. Aking dari pemain kelas oscar yaitu Gael Garcia Brnal dan Michelle Williams benar-benar bagus di film ini.


4.    (500) Days of Summer (amerika serikat.2009)

 This movie definitely one of my favourite movie of the year, it’s unique, romantic, funny and true to life. Chemistry antara Zooey Deschanel dan Joseph Gordon levitt benar-benar pas sekali. Soundtrack dari film ini juga SUPERB sekali.


5.    Babi Buta Yang Ingin terbang (Indonesia.2008)

 Salah satu film yang profokatif dan kontroversial. Menceritakan tentang Linda yang diperankan dengan manis oleh ladya Cheryl, dan orang-orang disekitarnya. Filmnya Artsy dan banyak metaphor di dalam filmnya. Well, salah satu film indie Indonesia terbaik yang pernah saya tonton.


6.    Kado Hari Jadi (Indonesia.2008)

 It’s an indie movie, dari segi cerita sebenarnya film ini bisa dibilang agak klise, tetapi gambar-gambar yang disajikan oleh si sutradara sangat disturbing dengan kamera yang shaky, gambar yang blur, dan juga ditambah dengan score yang “berisik”.

Jumat, 23 Oktober 2009

New Moon Soundtrack (2009)


New Moon, installment kedua dari Twilight saga karangan Stephanie Mayer, yang filmnya sendiri akan dirilis tanggal 20 November 2009. saya tidak akan membahas film New Moon tersebut (karena belum keluar juga), saya akan mereview soundtrack dari New Moon yang albumnya sudah dirilis terlebih dahulu pada bulan oktober.


Terdapat 15 track di dalam album soundtrack New Moon ini, yang secara keseluruhan nuansa indie nya terasa kental, walaupun ada nama besar yang mengisi soundtrack ini, seperti the Killers, Muse, dan Thom Yorke.

here's the list:
  1. "Meet Me on the Equinox" (Death Cab for Cutie)
  2. "Friends" (Band of Skulls)
  3. "Hearing Damage" (Thom Yorke)
  4. "Possibility" (Lykke Li)
  5. "A White Demon Love Song" (The Killers)
  6. "Satellite Heart" (Anya Marina)
  7. "I Belong to You" [New Moon Remix] (Muse)
  8. "Rosyln" (Bon Iver and St. Vincent)
  9. "Done All Wrong" (Black Rebel Motorcycle Club)
  10. "Monsters" (Hurricane Bells)
  11. "The Violet Hour" (Sea Wolf)
  12. "Shooting the Moon" (OK Go)
  13. "Slow Life" (Grizzly Bear featuring Victoria Legrand)
  14. "No Sound But the Wind" (Editors)
  15. "New Moon (The Meadow)" (Alexandre Desplat)


Track pertama di isi oleh Death Cab For Cutie dengan “Meet Me On The Equinox”, an alternative rock song. lagu Meet me On The Equinox di ciptakan khusus oleh Death Cab For Cutie untuk film New Moon dan sekaligus menjadi single untuk album soundtrack ini. Band Of Skulls, band yang berasal dari UK, membawakan lagu berjudul “Friends”, track yang menegaskan bahwa soundtrack New Moon ini bukan soundtrack yang terdiri dari pop-love-mellow song.



Vokalis dan frontman dari radiohead yaitu Thom Yorke, dengan tracknya yang berjudul “Hearing Damage”, track electronic yang wicked, weird dan khas Thom Yorke sekali. Sementara penyanyi asal swedia bersuara unik yaitu Lykke Li menyanyikan sebuah lagu yang down-tempo, almost accapella berjudul “Possibility”.


The Killers ikut menyumbangkan lagunya yang berjudul “A White Demon Love Song”, lagu yang beda sekali dari lagu-lagu the Killers kebanyakan. Muse dengan I belong to You (New Moon Remix) ikut meramaikan album soundtrack ini, setelah mereka juga mengisi soundtrack di film pertamanya. Lagu I belong to you tersebut juga ada di album terbaru mereka the Resistance.
Bon Iver & St. Vincent dengan "Roslyn" dan juga Black rebel Motorcycle Club dengan Done All Wrong adalah dua track yang down-tempo dengan sound indie-folks yang kental. "Monsters" yang dibawakan oleh Hurricane bells menjadi track yang “mood-lifting” dengan beat yang catchy dan rockin’ guitar sound.


Music Supervisor dari film New Moon ini adalah Alexandra Patsavas, yang juga menjadi music supervisor untuk beberapa serial tv seperti The O.C., Grey’s Anatomy dan Chuck. So, no wonder, the music in this soundtrack is well-picked. Soundtrack dari New Moon ini juga berbeda dari segi sound dengan film yang bisa dibilang bertema sama yang juga dirilis tahun ini yaitu Jennifer's Body, dimana soundtrack Jennifer's Body tersebut lebih segmented dengan banyak lagu "emo"nya (for Jennifer's Body's soundtrack review, Click Here.)



Saya sangat suka soundtrack dari film pertamanya, lagu Iron & Wine dengan Flightless Bird, American Mouth, Mutemath dengan Spotlight, juga Paramore dengan Decode dan I Caught Myself masih saya dengarkan sampai sekarang, dan soundtrack dari New Moon ini overall is a great soundtrack , bahkan album sendiri mendapat review yang sangat bagus dari beberapa website hiburan, seperti allmusic give 4/5, drowned in sound give 8/10, entertainment weekly give A, Rolling Stone give 3.5/5.



Setelah mendengarkan soudntracknya yang “bagus”, muncul pertanyaan, apakah filmnya akan sebagus soundtracknya?? Well, we’ll see…….

recommended track:  Death Cab For Cutie - Meet Me On The Equinox, Band Of Skulls - Friends, The Killers - A White Demon Love Song

Senin, 19 Oktober 2009

The Shins (American indie band)


The Shins adalah sebuah band indie yang berasal dari Albuquerque, New Mexico. Beranggotakan James Russel Mercer (penyanyi, gitaris dan penulis lagu), Ron Lewis (bassis), Dave Hernandez (gitaris dan bassis), Joe Plummer (Drummer) dan .Eric Johnson (gitaris).






Secara keseluruhan musik mereka bergenre indie alternative rock pop, dengan sedikit sound country dan folks. You can hear a bit of The Beatles, Simon & Garfunkel, and The Beach Boys in their music.


The Shins sudah merilis 3 album, yaitu Oh, Inverted World (2001), Chutes Too Narrow (2003) dan Wincing The Night Away (2007). Album pertama mereka yaitu Oh, Inverted World mendapat sambutan yang bagus dari  para kritikus, bahkan masuk ke daftar 100 Greatest Indie Rock Album Of All Time versi Amazon. Wincing The Night Away merupakan album ketiga mereka, saat perilisannya masuk peringakat 2 di Billboard 200 album chart. Dan pada tahun 2008, The Shins juga masuk nominasi Best Alternative Music Album di Grammy Award. Selain 3 album tersebut, mereka telah mengeluarkan 3 EP.


Lagu-lagu The Shins juga banyak dipakai di film, dua lagu dari album pertama mereka yaitu New Slang dan Caring Is Creepy menjadi soundtrack film yang dibintangi oleh Zach Braff dan Natalie Portman, yaitu Garden State, bahkan di dalam film tersebut ada satu adegan dimana karakter Natalie Portman sedang mendengarkan the Shins dan "merekomendasikan" kepada karakter Zach Braff. Selain di garden State, the Shins masuk di soundtrack Wicker park dengan lagu When I Goosesstep, juga di soundtrack Spongebob The Movie dengan lagu They’ll Discover Soon (one of My favourite song from The Shins). Selain di film, musik mereka juga bisa di dengar di beberapa serial tv, seperti The O.C., Weeds, Scrubs, Gilmore Girls dan Chuck.




Saya mendeskripsikan musik mereka sebagai musik yang unik dan simple Lagu-lagu dari the Shins sendiri ada di playlist saya sudah lama, tetapi baru beberapa minggu ini saya meyukai musik mereka. Yea, musik The Shins bukan tipe-tipe lagu yang “sekali dengar langsung suka”, but once you like it, you’ll know their music’s GREAT!!

Senin, 12 Oktober 2009

Apocalypse Now (1979)

Sutradara  : Francis Ford Coppola
Pemain     : Marlon Brando, Martin Sheen, Robert Duvall, Laurence Fishburne



Apocalypse Now adalah sebuah film perang klasik yang bersettingkan perang Vietnam. Kisah dari film ini sendiri diadaptasi dari novel karya Joseph Conrad yang berjudul “Heart Of Darkness”, dengan memindahkan setting hutan Kongo di Afrika ke hutan tropis di Vietnam, karena pada tahun tersebut perang Vietnam masih menjadi headline di Amerika.


Benjamin L.Willard (Martin Sheen) adalah seorang kapten dari US Army yang ditugaskan (it’s a classified mission) untuk menemukan dan membunuh seorang kolonel yaitu Walter E. Kurtz (Marlon Brando), seorang anggota dari US Special Army yang telah menghilang dan dikabarkan telah menjadi “gila” karena telah membunuh banyak orang. Dalam perjalanannya tersebut, Willard bergabung dengan “Patrol Boat Riverview” dengan kru yang bisa dibilang eksentrik yang terdiri dari George Phillips (Albert Hall) a boat commander, Jay“Chef”Hicks (Frederic Forrest), Lance B. Johnson (Sam Bottoms) seorang mantan surfer profesional dari California dan juga Tyrone”Mr. Clean”Miller (Laurence Fishburne)seorang pemuda berumur 17th.




Kapten Willard mendapat porsi yang cukup besar, walaupun sebenarnya, “spotlight” dan main character di film ini ada pada peran Kolonel Kurtz. Sosok dari kolonel Kurtz tersebut tidak muncul sampai kira-kira 45 menit terakhir. Disepanjang film, kita akan mendengarkan narasi dari Kapten Willard yang membuat film ini terlihat seperti “diary’ dari seorang kapten Kurt itu sendiri.

Martin Sheen yang memerankan Kapten Willard, bermain dengan sangat total (sampai-sampai hampir mengalami serangan jantung dalam pembuatan film ini). Walaupun cuma berada di layar bisa dibilang sebentar, Marlon Brando yag memerankan Kolonel Kurtz berhasil menghidupkan karakter yang berwibawa sekaligus menakutkan. Robert Duvall sebagai Letkol William”Bill”Kilgore yang nyentrik mencuri perhatian di fillm ini (berhasil mendapatkan nominasi sebagai Best Supporting Actor Academy Awards), dengan line-nya yang terkenal itu “I love the smell of napalm in the morning”.




Durasi yang lumayan lama tidak membuat film ini menjadi membosankan, karena antara drama dan “seru”nya seimbang. Di satu jam terakhir, film menjadi thriller yang menegangkan sekaligus disturbing (karena banyak adegan yang memperlihatkan mayat dan darah dimana-mana). Adegan perang yang ada di film ini bisa dibilang sangat “wow” untuk jamannya dengan ledakan dan tembak-tembakan yang dahsyat. Banyak sekali adegan memorable di film ini, salah satunya adalah adegan yang memakai lagu “ride of the valkyries” sebagai backsoundnya, adegan tersebut juga dipakai di film “Jarhead”.



Film tentang perang Vietnam sudah banyak dibuat, dan Apocalypse Now ini adalah salah satu film TERBAIK yang menggambarkan tentang perang Vietnam, juga menjadi film yang meng-influence film-film perang sekarang ini..Apocalypse Now ini juga bisa dibilang salah satu masterpiece dari sutradara Francis Ford Coppola selain trilogy Godfather-nya. Film ini berhasil mendapatkan 8 nominsai Academy awards termasuk Best Picture, tetapi hanya menang di kategori Best Cinematography dan Best Sound.

Rabu, 07 Oktober 2009

Robots Take Over 2009!!!

Robot mengambil alih 2009!!!

Transformers: Revenge Of The Fallen

Robot di film ini bisa dibilang menjadi pemeran utama, bahkan mengalahkan Shia Le Bouf dan Megan Fox. Anda bisa melihat robot saling pukul dan saling tubruk di film ini (if you’re into robot-fetish this movie is fit for you!! :P)


Terminator Salvation


Another sequel this year dan di film ini robot masih menjadi pemeran utama, bahkan di beberapa scene, robot yang ada hampir mirip dengan robot yang ada di Transformer, walaupun ada juga robot yang berbentuk seperti manusia.



District 9

nope, this movie is not about robot, this movie is about alien. Trus kenapa dimasukin ke lits ini??? Well, bagi yang sudah nonton film ini, akan tahu, kalau alien yang ada di film ini mempunyai sebuah robot yang hanya bisa dikendalikan oleh alien tersebut.

G-Force

Pertanyaan yang muncul, bagaimana mungkin di film tentang marmot dan hamster ada robotnya?? Well, it’s hollywood dude, anything can happen, di film District 9 hanya alien yang bisa mengendalikan robot, tapi di film ini, seekor tikus tanah bisa lho mengendalikan robot!!!



Surrogates

Robot di Surrogates ini tidak mempunyai bentuk seperti robot pada umunya, tetapi berbentuk manusia. Bahkan Bruce Willis saja terlihat muda saat menjadi robot di film ini.

lesson you can learn: you can’t make and control a gigantic and devastating robot unless you’re an alien or you’re some people from the future or maybe a rat. :P

Senin, 28 September 2009

The Trees And The Wild - Rasuk



The Trees And The Wild, sebuah band indie yang berasal dari Jakarta, musik mereka bergenre pop with a bit of modern folks (dari luar ada Iron & Wine), from what I’ve heard, The Trees and the wild itu gabungan antara vokal John Mayer dengan musik Kings Of Convenience. The Trees and the wild baru mengeluarkan satu album yaitu Rasuk, yang berisikan 9 tracks dengan 2 lagu berbahasa Indonesia dan 7 lagu berbahasa inggris.






Single pertama mereka yaitu Honeymoon On Ice, sebuah track yang sangat mellow dan down-tempo dengan sound akustik yang unik. Lagu ini terinspirasi dari film karya Michael Gondry yaitu “Eternal Sunshine Of The Spotless Mind”. Track no.4 “Irish Girl” bisa dibilang lagu yang “kaya” akan sound-sound yang unik dan bersemangat. Dua track berbahasa Indonesia yaitu “Kata” dan “Derau dan Kesalahan” tidak jauh berbeda dibandingkan dengan track yag berbahasa ingrris, walaupun di lagu “Derau dan Kesalahan” intonasi dari lirik lagunya kurang begitu terdengar, jadi tidak begitu jelas apa yang diucapkan.




Per-indie-an di Indonesia bisa dibilang sudah sangat maju, the trees and the wild adalah salah satunya, they have a very great music, saya menggambarkan musik mereka unik dan “kaya”, I mean, it’s not just guitar, drum, keyboard and stuff, but there’s violin, percution, string section and all. Sehinnga musiknya tidak monoton. And yeah, they’re the next big thing di permusikan Indonesia.


Jennifer's Body's Soundtrack (2009)



Jennifer’s Body, film yang dibintangi oleh Megan Fox yang telah dirilis di U.S. 18 September. Sambil menunggu filmnya rilis d Indonesia, saya akan membahasa album soundtrack dari film jennifer’s Body tersebut.


Terdapat 15 track di album soundtrack ini, track pertama diisi oleh Florance & The Machine dengan lagu berjudul Kiss With A Fist, seriously, I never heard that band, tapi setelah mendengarkan lagunya mengingatkan saya akan Yeah Yeah Yeah’s. Track selanjutnya diisi oleh band yang sudah tidak asing lagi, yaitu Panic At The Disco dengan lagu barunya New Perspectve, it’s a mid-tempo song dengan vokal khas Brendon Urie. Hayley Williams, vokalis dari paramore juga menyumbangkan suaranya di lagu berjudul Teenager, this song sounds not like Paramore.


Little Boots dengan New In Town, lagu yang sebelumnya sering saya dengar di radio, dan lagu ini menurut saya menjadi track yang agak sedikit berbeda dibandingkan yang lain, karena lebih bergenre pop electro. Dashboard Confessional dengan Finishing School-nya is another mid-tempo song in this album. Track terakhir yaitu Lissy Trulliie yang mengcover lagu dari Hot Chip berjudul Ready For The Floor, it’s kinda cool cover version I think.


Dengan list band seperti dashboard Confessional, All Time Low, Hayley Williams, panic At The Disco, Cobra Starship dan lain-lain, soundtrack ini akan memanjakan telinga para penggemar alternative rock (or “emo”). Even if you’re not the fan of “emo” thing, I think this is a fun soundtrack to listen to.


Here's The List:
1. Kiss With A Fist - Florence + The Machine    
3. Teenagers - Hayley Williams          
4. New In Town - Little Boots  
5. Finishing School - Dashboard Confessional      
6. Through The Trees - Low Shoulder      
7. Time - Cute Is What We Aim For  
8. I Can See Clearly Now - Screeching Weasel      
9. Chew Me Up and Spit Me Out - Cobra Starship      
10. Toxic Valentine - All Time Low          
11. I'm Not Gonna Teach Your Boyfriend How To Dance With You - Black Kids
12. Death - White Lies      
13. Celestial Crown - The Sword      
14. Little Lover's So Polite - Silversun Pickups  
15. Ready For The Floor - Lissy Trullie   


Recommended tracks ; Lissy Trulliie – ready For the Floor, Cobra starship - Chew Me Up & Spit Me Out, Panic! At The Disco – New Perspective, dashboard Confessional – Finishing School

Owl City - Ocean Eyes (2009)




Owl city, sebuah formed project yang terbentuk pada tahun 2007 beranggotakan satu orang yaitu Adam Young, Owl City sendiri mengingatkan saya akan The Postal Service, dari segi vocal maupun soundnya yang banyak memakai synthetizer.  bagi yang sering mendengarkan radio mungkin akan sering mendengarkan lagu Fireflies, yang menjadi single dari album pertama Owl City yang berjudul Ocean Eyes.





Ocean eyes berisikan 12 track yang secara keselruhan bergenre pop electronic. Track no.5 yaitu Umbrella Beach bisa dibilang track yang paling up-tempo, karena ada sedikit sound-sound disco trance didalamnya. Track no.4 The Saltwater Room merupakan track yang menurut saya paling unik, karena didalamnya ada vokal seorang wanita selain vocal si Adam Young sendiri.


bagi yang suka synthpop atau pop electronic seperti The Postal Srvice, Imogen Heap, Frou Frou atau didalam negri ada Homogenic, album ini sangat menyenangkan untuk didengar dengan vokal dan sound yang unik.


Recommended track : Fireflies, The Bird and The Worm, The Saltwater Room

Big Nothing (2006)


 
Sutradara : Jean-Baptiste Andrea
Pemain    : Simon Pegg, David Schwimmer



Big Nothing bisa dibilang merupakan fim yang bergenre black comedy yang dicampur dengan sedikit thriller. film yang diproduksi tahun 2006 ini sebenarmya tidak terlalu terkenal dan kurang mendapat sambutan pada saat perilisannya (jujur saja saya tidak tahu ada film Big Nothing ini!!! ;p) padahal film ini dibintangi oleh dua aktor yang bisa dibilang sudah mempunyai image di film bergenre komedi.


Charlie (David Schwimmer) adalah seorang penulis –yang bukunya tak kunjung diterima oleh penerbit- bergelar Ph.D yang terpaksa harus bekerja sebagai operator di sebuah perusahaan provider internet, disanalah dia berteman dengan Guss (Simon Pegg). Suatu saat, Guss meng-hack data dari komputer provider internet tersebut sehingga dia mendapatkan list nama orang beserta situs apa saja yang pernah mereka kunjungi, dari situlah dia mendapatkan nama Reverend Small, seorang pendeta yang sering melakukan sex chat juga berlangganan situs porn dan merekapun berencana untuk memeras reverend tersebut. And you know what’s gonna happen, THE PLAN DIDN’T GO WELL.




Cerita tentang pemerasan/penipuan yang tidak berjalan sesuai rencana bisa dibilang klise dan sudah sering diangkat ke layar lebar. Yang membuat film ini beda terletak pada twist yang banyak bertebaran di sepanjang film juga dialog-dialog yang cerdas serta komedi yang lucu (definitely will make you LOL).





David schwimmer berakting dengan sangat pas di film ini, walaupun peran yang dimainkan tidak jauh beda dengan perannya di serial Friends. Simon Pegg is the man and he’s great, walaupun menurut saya agak aneh melihat Pegg berbicara menggunakan aksen amerika. Film ini mengingatkan saya pada film-film Guy Ritchie seperti Lock stock and two barrels dan Snatch dimana alur bergerak dengan cepat dan dinarasikan oleh seseorang.. Ending dari film ini juga pas, walaupun menurut saya agak datar, but that’s an okay ending I think.


Overall, this is an entertaining movie, that make you laugh and surprise at the same time, with clever dialogue, great soundtrack and remarkable cast.

Introduction: My Very First Post In This Blog

Sebenarnya saya membuat blog ini (confusetonameit.blogspot.com) dari bulan November 2008, tapi memang pada dasarnya saya malas, jadi blog ini terbengkalai begitu saja, baru sekarang2 ini karena banyak teman saya yang membuat blog, jadinya saya latah juga untuk membuat blog. :P


nantinya blog ini akan berisi apa saja yang ingin saya tulis, tapi mungkin kebanyakan tentang film dan musik, entah itu review ataupun preview, tapi tidak menutup kemungkinan blog ini akan berisikan curhat saya. hehehe


mungkin segitu aja introduction dari saya!!
:)